Bappeda Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Kurasaki untuk Atasi Sampah

Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih belum bisa mengatasi persoalan sampah. Program Gerakan Masyarakat Mandiri Sampah (Gemaripah) yang menargetkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiap kecamatan belum terealisasi semua.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan upaya lain untuk mengatasi persoalan sampah tersebut melalui program Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki).

Prinsip dari program ini, kata Erwin Mawardy, Kepala Sub-Bidang Fasilitas Umum dan Perumahan pada Bappeda Kabupaten Tangerang, adalah mengurangi sampah di sekolah dengan mengubah pola hidup siswa.

Lanjut Erwin, siswa yang awalnya jajan sembarangan kini diwajibkan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, sehingga secara langsung mengurangi volume sampah di sekolah dari bekas kemasan jajanan.

“Siswa dibiasakan memiliki polahidup sehat dengan tidak jajan sembarangan serta memperlakukan sampah dengan baik,” katanya, Jumat (27/1/2017) di ruang kerjanya.

Dari evaluasi terhadap 6 sekolah yang menjadi pilot project program tersebut, Erwin menilai program tersebut berhasil, bahkan bisa menurunkan volume sampah sampai 70 persen.

Dicontohkan Erwin, sampah di SDN Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang menjadi salah satu sekolah pilot project tersebut menurun secara signifikan. Sebelum diberlakukannya program tersebut, volume sampah yang dihasilkan setiap harinya rata-rata 48 kilogram. Kemudian setelah menjalankan program Kurasaki menurun, pada bulan September tinggal 30 kilogram perhari, Oktober 18 kilogram perhari, dan November 12 kilogram perhari.

“Program ini kami nilai berhasil menurunkan volume sampah di sekolah, sehingga di tahun 2017 ini akan ditambah jumlah sekolah yang menjadi sasaran program ini,” tambah Erwin.

Meski demikian, Erwin menekankan bahwa sesungguhnya yang terpenting dari program ini adalah membentuk pola hidup sehat dan bersih siswa sejak dini. Dengan demikian, lambat laun dalam jangka panjang akan terbentuk juga masyarakat yang memiliki kebiasaan hidup bersih dan memperlakukan sampah dengan baik.

Keterangan foto: Kantor Bappeda Kabupaten Tangerang di Puspemkab Tangerang (Sumber: Mohamad Romli).